DELI SERDANG | WARTAPOLDA.COM — Empat dekade bukan waktu yang singkat. Namun bagi warga Dusun 4, Desa Denai Kuala, Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deli Serdang, penantian panjang untuk memiliki jalan yang layak hingga kini belum juga berakhir.
Selama kurang lebih 40 tahun, jalan sepanjang sekitar 2,5 kilometer yang menjadi akses utama warga disebut belum pernah mendapatkan pembangunan berupa pengerasan maupun pengaspalan.
Kondisinya pun memprihatinkan. Jalan yang masih berupa tanah tersebut tampak berlubang dan becek. Ketika hujan turun, sejumlah bagian jalan berubah menjadi kubangan dan dipenuhi genangan air sehingga menyulitkan warga untuk melintas.
Kondisi tersebut bukan sekadar persoalan kenyamanan. Bagi masyarakat Dusun 4, jalan itu merupakan akses penting untuk aktivitas sehari-hari, termasuk mengangkut hasil pertanian dan menjadi jalur anak-anak menuju sekolah.
Keluhan tersebut disampaikan perwakilan warga Dusun 4, S. Simanjuntak (62), saat ditemui pada Kamis (1/10/2026).
Menurut Simanjuntak, kondisi jalan tersebut telah berlangsung selama puluhan tahun. Warga, kata dia, sudah berulang kali menyampaikan aspirasi agar jalan tersebut dibangun melalui mekanisme Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), mulai dari tingkat desa hingga kecamatan.
Namun, hingga saat ini, usulan tersebut disebut belum terealisasi.
«“Sudah sekitar 40 tahun jalan di dusun ini belum pernah tersentuh pembangunan. Padahal jalan yang layak sangat kami butuhkan untuk mengangkut hasil pertanian dan memudahkan anak-anak pergi ke sekolah,” ujar Simanjuntak.»
Ia menyebut kondisi jalan yang rusak juga dapat membahayakan warga yang melintas, terutama ketika hujan. Kendaraan harus ekstra hati-hati melewati jalan berlubang dan berlumpur.
“Kami hanya meminta jalan yang layak. Kami juga warga Deli Serdang dan kami juga membayar pajak. Kenapa sampai 40 tahun jalan kami belum juga dibangun?” keluhnya.
Menurut warga, persoalan tersebut semakin memprihatinkan karena jalan yang dimaksud merupakan salah satu akses penting bagi masyarakat Dusun 4 dalam menjalankan aktivitas ekonomi maupun pendidikan.
Warga mempertanyakan sejauh mana aspirasi yang selama ini disampaikan melalui Musrenbang telah ditindaklanjuti.
Empat puluh tahun menunggu, tetapi jalan masih tanah.
Kondisi ini pun memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat: ke mana arah pembangunan infrastruktur Kabupaten Deli Serdang jika masih ada warga yang harus menunggu puluhan tahun hanya untuk mendapatkan jalan yang layak?
Warga berharap Bupati Deli Serdang bersama Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Kabupaten Deli Serdang dapat turun langsung melihat kondisi jalan tersebut dan memberikan kepastian terkait rencana pembangunannya.
Mereka tidak meminta sesuatu yang berlebihan. Warga hanya berharap akses jalan yang selama puluhan tahun mereka gunakan dapat dibangun sehingga aktivitas masyarakat, distribusi hasil pertanian, serta akses anak-anak menuju sekolah tidak lagi terganggu.
“Kami berharap pemerintah daerah dapat membantu agar kami juga mendapatkan jalan yang layak seperti dusun-dusun lainnya,” harap Simanjuntak.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Pemerintah Desa Denai Kuala, Kecamatan Pantai Labu, maupun Dinas SDABMBK Kabupaten Deli Serdang belum berhasil dikonfirmasi terkait keluhan warga dan status usulan pembangunan jalan tersebut.
Wartapolda.com masih membuka ruang bagi pemerintah daerah maupun pihak terkait untuk memberikan penjelasan mengenai kondisi jalan Dusun 4 Denai Kuala, termasuk apakah pembangunan jalan tersebut telah masuk dalam perencanaan dan anggaran pemerintah daerah.
(WP)
